Hasil Aljazair vs RD Kongo: Kami Bahas Pertandingan Ini

Statistik mengejutkan: laga babak 16 besar Piala Afrika 2025 di Rabat berlangsung sampai 120 menit, dan satu gol pada menit ke-119 mengubah seluruh peta turnamen.

Kami membuka dengan ringkasan cepat hasil: skor 1-0 untuk tim Aljazair lewat gol telat Adil Boulbina. Pertandingan knockout ini di Januari 2026 nyaris berakhir dengan adu penalti sebelum momen penentu itu hadir.

Kami menempatkan pembaca pada situasi “nyaris adu penalti” untuk merasakan dramanya. Di gawang, Luca Zidane tampil krusial, sementara Lionel Mpasi-Nzau sibuk di lini pertahanan lawan. Nama-nama ini akan dibahas lebih rinci pada bagian berikut.

Kami juga jelaskan relevansi bagi penggemar di Indonesia: laga ini menampilkan bintang seperti Riyad Mahrez dan menentukan lawan di perempat final menghadapi Nigeria. Penggemar yang ingin mengikuti perkembangan pertandingan dan analisa dapat mengunjungi 888vipbet. Artikel ini akan menata pembahasan: hasil & konteks, jalannya laga per babak, momen penentu, statistik & susunan pemain, serta reaksi pemain dan pelatih.

Kesimpulan Utama

  • Kami merangkum kemenangan 1-0 dalam laga knockout Piala Afrika.
  • Gol menit ke-119 oleh Adil Boulbina jadi titik balik.
  • Luca Zidane dan Lionel Mpasi-Nzau muncul sebagai pemain kunci.
  • Hasil ini menentukan jalur ke perempat final melawan Nigeria.
  • Artikel berikutnya membahas detail pertandingan per babak dan statistik.

Hasil akhir dan konteks laga Piala Afrika 2025

Hasil tegas: kami mencatat skor akhir 1-0 untuk kemenangan Aljazair atas Republik Demokratik Kongo pada babak 16 besar. Gol penentu dicetak oleh Adil Boulbina pada menit ke-119, sehingga laga diselesaikan di extra time.

Skor di babak 16 besar

Kami menegaskan kembali: dalam fase gugur satu gol cukup untuk melaju. Pertandingan berakhir tanpa adu penalti karena momen itu muncul sangat telat.

Lokasi dan waktu pertandingan

Pertandingan dimainkan di Rabat, Maroko, pada Januari 2026. Laporan lokal menyebut waktu berbeda untuk penonton internasional; beberapa sumber merujuk Stade Prince Moulay Abdellah, sementara lainnya menyebut Stadion Moulay Hassan. Kami menyajikan kedua nama secara netral.

Makna kemenangan: tiket perempat final

Kemenangan ini memberi tiket ke perempat final Piala Afrika 2025. Aljazair dipasangkan dengan Nigeria di Marrakesh, sebuah duel yang kami sebut sebagai “final kepagian” karena bobot kedua tim. Meski Republik Demokratik tampil disiplin dan bertahan rapat, mereka harus tersingkir oleh momen tunggal di akhir.

Aljazair vs rd kongo: jalannya pertandingan dari babak pertama hingga extra time

Kami memetakan alur pertandingan dari awal hingga extra time untuk menunjukkan dinamika taktik. Pada babak pertama tim unggul penguasaan bola, tetapi lawan merapat bertahan sehingga ruang kreatif terbatas.

Aljazair dominan penguasaan bola, RD Kongo rapat dalam bertahan

Dominasi bola tercatat 59% di babak pertama dan 62% sepanjang 120 menit. Namun, organisasi lini belakang membuat jalur serangan sering terhenti.

Peluang berbahaya RD Kongo: tembakan Cédric Bakambu dan sundulan Axel Tuanzebe

Pada menit 26, tembakan Cédric Bakambu ditepis Luca Zidane. Sundulan Axel Tuanzebe juga sempat mengancam, namun melebar.

Penampilan Luca Zidane: penyelamatan penting yang menjaga skor tetap imbang

“Penyelamatan awal itu menjaga keseimbangan laga,” menjadi titik penting sehingga tekanan Aljazair bisa berlanjut.

Babak kedua: tekanan Aljazair, ancaman dari Riyad Mahrez dan situasi bola mati

Di babak kedua Aljazair meningkatkan intensitas. Mahrez kerap mengancam lewat bola mati dan umpan silang. Ada peluang sundulan yang hampir mengubah skor.

Extra time: tempo menurun, tetapi intensitas peluang meningkat jelang akhir

Extra time memperlihatkan penurunan stamina namun peluang semakin intens di fase terakhir. Kiper lawan melakukan beberapa penyelamatan krusial sebelum momen penentu muncul.

“Pertandingan berubah pada detik-detik akhir ketika keduanya mulai kelelahan.”

Momen penentu menit ke-119: gol Adil Boulbina yang mengubah segalanya

Kami menyorot satu titik balik: saat waktu hampir habis, sebuah aksi tunggal memutuskan jalan ke perempat final. Pada menit ke-119 Adil Boulbina menjadi pembeda setelah masuk sebagai pengganti.

Supersub jadi pembeda di menit-menit terakhir

Masuknya Boulbina memberi energi baru pada lini serang. Dia tampil sebagai supersub dengan intensitas tinggi walau hanya bermain beberapa menit sebelum gol.

Proses gol: cut-inside dan tembakan melengkung

Proses gol dimulai dari penerimaan bola di sisi sayap, diikuti cut-inside yang membuka sudut tembak. Boulbina lalu melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke pojok gawang.

Dampak gol: mengubur skenario adu penalti dan mengguncang momentum

Gol ini menaklukkan penjaga gawang lawan yang sebelumnya tampil solid, termasuk beberapa penyelamatan krusial. Dengan gol tersebut, skenario adu penalti runtuh dan momentum psikologis berpindah total ke pihak pemenang.

“Di menit terakhir, pergantian pemain itu terbukti krusial dan mengubah seluruh arah pertandingan.”

Statistik pertandingan dan susunan pemain kedua tim

Di bagian ini kami menyajikan angka-angka kunci dan susunan pemain untuk memberi gambaran objektif. Data membantu pembaca menilai siapa lebih dominan dan bagaimana taktik diterapkan selama 120 menit.

Ringkasan angka 120 menit

Penguasaan bola tercatat 62% untuk tim pemenang dan 38% untuk lawan. Hal ini menunjukkan Aljazair lebih mengontrol ritme laga.

Tembakan total 15 berbanding 8, dengan 5 on target kontra 3. Sepak pojok 7-4 menandakan tekanan konstan dari sisi bola mati.

Pada metrik penjaga gawang, tercatat penyelamatan 3 untuk kiper pemenang dan 4 untuk kiper lawan. Data itu menegaskan peran kiper dalam menjaga skor sampai menit akhir.

Starting XI, formasi, dan pergantian berdampak

Formasi pemenang: 4-2-3-1. Starter: Luca Zidane; Mandi, Bensebaini, Ait-Nouri, Atal; Bennacer, Boudaoui; Mahrez (digantikan Boulbina 78′), Chaibi, Amoura; Bounedjah.

Formasi lawan: 4-3-3. Starter: Mpasi; Wan-Bissaka, Mbemba, Tuanzebe, Masuaku; Moutoussamy, Pickel, Kakuta; Wissa, Bakambu, Elia.

Kami sorot beberapa nama kunci: Mahrez dan Bennacer sebagai pengatur tempo, Bounedjah pada titik akhir serangan, serta Bakambu dan Mbemba yang jadi ancaman lawan.

“Statistik menunjukkan Aljazair unggul volume serangan, sementara lawan lebih fokus bertahan dan menyimpan peluang.”

Kombinasi angka dan susunan pemain menjelaskan mengapa skor 1-0 bertahan sampai akhir. Pergantian Boulbina terbukti determinan dan menghubungkan data ke momen penentu menuju perempat final Piala Afrika.

Reaksi setelah laga: komentar pemain dan dua pelatih

Reaksi pascalaga memperlihatkan sisi manusiawi di balik momen penentu itu.

Pernyataan Adil Boulbina

Adil Boulbina menolak menonjolkan diri dan menekankan kerja tim. Ia menyebut gol sebagai hasil kolektif, bukan aksi individu. Pernyataan itu memperkuat gambaran ruang ganti yang fokus pada solidaritas.

Vladimir Petkovic

Pelatih Petkovic menilai timnya pantas meraih kemenangan. Ia menunjukkan kontrol permainan selama “dua pertiga pertandingan” dan menyebut ini sebagai kemenangan karakter. Komentar ini konsisten dengan dominasi penguasaan bola dan tekanan yang tercatat di statistika.

Sebastien Desabre

Sebastien Desabre memuji usaha timnya setelah pergantian pemain, namun kecewa lantaran peluang tidak berbuah gol. Ia menggambarkan nasib yang kurang berpihak sebagai keberuntungan yang “kejam”.

“Kami bermain baik, tetapi bola tidak masuk.”

— Sebastien Desabre

Kami kaitkan pernyataan ini dengan fakta lapangan: dominasi bola, penyelamatan kiper, serta pertahanan rapat yang membuat skenario adu penalti sempat mengintip sebelum gol di babak tambahan. Ucapan-ucapan itu memberi konteks emosional menjelang perjalanan ke perempat final.

Kesimpulan

Di bagian akhir ini, kami menyajikan kesimpulan ringkas yang mengikat fakta pertandingan ke implikasi turnamen. Pada Januari 2026, laga di Rabat usai dalam 120 menit dan berakhir 1-0 setelah gol menit ke-119 yang mencetak gol untuk Aljazair, sehingga adu penalti tidak perlu digelar di Stade Moulay Hassan.

Kami menyorot bahwa babak tambahan menegaskan kontrol penguasaan bola tim pemenang, namun Republik Demokratik Kongo memberi tekanan serius lewat peluang Bakambu dan sundulan Tuanzebe. Peran kiper Luca Zidane dan ancaman dari Riyad Mahrez hingga melepaskan tembakan jadi bagian penting narasi pertandingan.

Hasil ini membawa Aljazair ke perempat final Piala Afrika 2025 dan memberi konteks lebih luas untuk jalan menuju final piala. Secara singkat, kemenangan tipis ini menegaskan bahwa detail kecil di babak piala afrika menentukan nasib tim dalam turnamen Afrika 2025.

Previous Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *