Diare merupakan gangguan pencernaan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Walaupun bukan merupakan penyakit yang berbahaya dan bisa diobati dengan mudah, akan tetapi Kamu juga tidak boleh menyepelekan penyakit ini. Diare merupakan peringkat ke-13 untuk penyebab kematian yang paling umum di Indonesia.

 

Sehingga hal tersebut juga menunjukkan bahwa diare dapat menjadi penyakit yang mematikan apabila tidak ditangani dengan tepat. Utamanya pada kelompok ibu hamil dan balita yang akan lebih rentan, sehingga perlu mengatasi diare dengan tepat dan aman agar tidak mengganggu janin dan pertumbuhan anak. Penyebab diare pada anaksendiri banyak yang bisa menjadi faktornya, seperti penyebab paling umum seperti berikut:

 

1. Kurang menjaga kebersihan badan

Penyebab pertama yang merupakan faktor paling umum mengapa anak bisa mengalami diare adalah kurangnya menjaga kebersihan. Diare dapat terjadi karena infeksi kuman sehingga mengganggu pencernaan. Anak-anak mempunyai sistem imun yang lemah sehingga hal tersebut juga membuat diare lebih mudah terjadi. Oleh karena itulah untuk menghindari hal ini maka perlu untuk menjaga kebersihan badan dan lingkungan anak dengan baik. Seperti dengan mengajari anak mencuci tangan, cuci tangan sebelum menggendong anak, bersihkan jari anak setelah bermain, bersihkan mainan anak, dan juga jaga kebersihan lainnya agar bisa menghindari anak agar tidak mengalami diare.

 

2. Alergi makanan

Penyebab diare pada anak yang paling umum selanjutnya adalah ketika mengalami keracunan makanan. Diare juga bisa terjadi dari makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Seperti ketika mengalami alergi jenis makanan dan produk olahan tertentu. Pada umumnya anak bisa mengalami alergi susu dan produk olahannya yang membuat anak alergi makanan. Oleh karena itulah orang tua bisa menghindari jenis makanan dan olahannya yang bisa menyebabkan alergi pada anak. Mulai dari susu, udang, kacang, dan berbagai bahan lainnya tergantung dari alergi yang dipunyai anak.

 

3. Keracunan makanan

Diare juga disebabkan oleh keracunan makanan karena banyak hal. Seperti karena makanan yang kurang matang, diolah dengan tidak bersih, dan juga karena anak mengalami alergi pada jenis makanan tertentu. Sehingga hal tersebut bisa memicu masalah pencernaan seperti diare, muntah, dan juga lainnya. Diare dapat dialami anak yang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi dengan kuman. Sehingga apabila makanan tersebut masuk ke dalam tubuh akan bisa membuat gangguan pencernaan seperti diare. Jenis ini merupakan penyebab diare yang paling umum diderita oleh anak dan bisa sembuh dengan penanganan yang tepat dengan mudah di rumah.

 

4. Mengkonsumsi obat tertentu

Anak juga bisa mengalami diare karena mengkonsumsi jenis obat tertentu dalam jangka panjang. Seperti jenis obat yang bisa menyebabkan diare adalah antibiotik yang dapat juga memberikan efek samping sebagai obat pencahar. Antibiotik dapat untuk membunuh koloni bakteri baik di dalam usus. Sehingga ketika akan mengonsumsi antibiotik perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

5. Penyakit tertentu

Ketika anak mengalami diare yang berkepanjangan juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu yang dideritanya. Diare juga bisa menjadi tanda dan gejala dari penyakit lainnya, sehingga pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami diare lebih dari 2 hingga 3 hari.

 

Tapi saya sangat bersyukur saat anak saya sedang mengalami diare tidak sampai parah, karena saya akan selalu memberikan obat diare terbaik untuk anak saya yaitu entrostop, sebab obat diare satu ini lah yang mudah ditemukan di toko – toko di dekat rumah, dan menurut saya pribadi efek dari obat tersebut bekerja cepat untuk mengatasi diare pada anak saya.

 

Dan saya akan memberikan sedikit informasi lagi tentang kondisi yang bisa menyebabkan diare yaitu IBS, celiac, crohn, hingga kanker usus besar. Selain penyebab tersebut ada juga makanan dan gaya hidup yang bisa menyebabkan diare yang bisa dilihat lebih lengkap di Diarepedia.

 

Tempat ini menyediakan informasi lengkap dan terbaik mengenai diare yang bisa diakses secara online. Kemudian terima kasih sudah mampir di artikel ini semoga pembahasan yang ada di atas bermanfaat.